songfict ✰

Perahu Kertas on Spotify

Songfict terinspirasi dari lagu 'Perahu Kertas.' 
By Maudy Ayunda.

Nabastala terlihat mendung. Arus air sungai semakin lama semakin mengalir deras. Mengalir tiada henti. Lamunanku terganggu, aku melihat sesuatu yang kembali mengingatkanku pada masa laluku. Perahu kertas.

1 Tahun yang lalu...

“Apa yang kamu lakukan? Untuk apa perahu kertas itu?” tanya pria disampingku. 

Aku menoleh, lalu menatapnya. “Ini perahu kertas. Lihatlah, pasti kali ini perahu kertasku'kan melaju.”

Pria disampingku nampak kebingungan. Wajahnya nampak begitu konyol, ia kali ini benar-benar kebingungan. Namun, tak berlangsung lama, ternyata cuaca kembali redum.

“Ayo, cepat, cuaca kembali mendung. Sampai kapan kau akan diam di sini?” tanyanya.

Aku meninggalkan perahu kertasku. Kubiarkan ia berjalan bersama arus sungai yang mengalir begitu deras. Hanya ini yang bisa kulakukan. Semoga, semoga Tuhan bisa mendengarkan kata hatiku yang kutulis dalam surat cinta, lalu kutaruh didalam perahu kertasku. Biarkan ia berjalan mengalir bersama arus sungai, sampai ia terhenti karena basahnya air. 

“Why you make a paper boats?” tanyanya. Kita berjalan bersama, diiringi angin sejuk, dan suara petir yang begitu keras. 

Aku tersenyum, “Apa kau tidak tahu? Perahu kertas itu mengingatkanku, betapa ajaibnya dunia ini,” balasku. Aku menatap awan mendung, lalu menatap pria disampingku. “Kau tahu, aku sangat bahagia kau telah terlahir di dunia. Kau ada di antara milyaran manusia. Ada banyak manusia di dunia, sayangnya kau lah yang mampu meluluhkan hatiku.”

“What are you saying? Are you alright?”

Dunia memang ajaib. Ada banyak milyaran manusia di sini. Berbagai macam perbedaan. Salah satunya adalah Agama. Aku mencintainya. Namun, untuk saat ini tidak ditakdirkan bersama. Dia sahabatku, ada satu hal lagi yang membuat hubungan kita berdua terhalang, perbedaan Agama. 

“Jika waktu bisa diputar kembali, aku ingin untuk tidak mengenal apa itu cinta.”

“Kenapa?”

“Sangat berat. Aku tidak begitu kuat. Mungkin, setelah perahu kertas yang kujalankan bersama arus sungai telah rusak, kita tidak akan pernah kenal lagi nantinya,” ujarku panjang lebar. “Nobody else can stand up, block my race, and my love for you.”

Aku mengatakan panjang lebar. Ternyata ia diam seribu bahasa, seperti sedang tertampar apa yang kukatakan. Tak lama kemudian hujan turun membasahi tanah Jogja. Sialan, mengapa jadi seperti ini. Cukup sampai sini aku menaruh rasa pada sahabatku, hubungan yang terhalang banyak alasan. 

“The words are a little crazy, you're my own best friend,” kataku. 

Dan akhirnya aku menyerah, menyerah pada takdir Tuhan. Cukup sampai sini saja. Menahan rasa sakit dari waktu kewaktu semakin dalam. Kupilih untuk pergi. Semoga Tuhan bisa menyampaikan isi surat cinta yang kumasukan dalam perahu kertasku. Semoga saja. 

Ku bahagia kau telah terlahir di dunia
Dan kau ada di antara miliaran manusia
Dan 'ku bisa dengan radarku menemukanmu


Semoga kamu bahagia di sana. Semoga kamu tidak akan pernah lupa bagaimana kisah kita dulu. Selalu ingatlah kisah perahu kertasku.

Tidak aku sadari ternyata cairan bening dari mataku turun sangat deras. Hatiku sangat sakit ketika mengingat masa lalu itu. Kurasa sudah cukup untuk hari ini, sudah cukup untuk merindukan masa lalu ku itu.

Satu pintaku untukmu yang sudah tenang di sana. Terima kasih sudah pernah ada, terima kasih sudah menemani hariku. Terima kasih kau sudah lahir dan bisa merangkai kisah yang belum usai berasamaku.

All rights reserved, 2020.
Songfict challenge.



Comments